"Teknologi Load Balancing adalah teknologi aplikasi yang berlandaskan operasional by controller (pengendali). Namun, pervasiveness (kemudahan untuk meresapi pengertian) pada teknologi load balancing nampaknya tidak mudah untuk dimengerti secara global, tidak juga secara umum mempertimbangkan untu
k mencari dimana keuntungan dari penggunaan load balancing. Untuk memaksimalkan keuntungan / pendapatan, perusahaan-perusahaan seharusnya memahaim kedua konsep load balancing yakni basic / dasar dan perbedaan pada load balancing." ~ by KJ (Ken) Salchow Jr.
Data Postingan by Informatics Henkover :
- Judul : Konsep Load Balancing Server
- Jenis Karangan : Konsep
- Produk : F5
- Daya Prevasive : Middle-low
Pengenalan
Load balancing memulai kehadirannya dengan menciptakan network-based load balancing hardware yakni perangkat network yang dapat melakukan load balancing. Ini merupakan penemuan esensial, yang mana dapat mengoperasikan teknologi ADC (Application Delivery Controller). Metode yang kedua dalam rangkan membangun material load balancing pada pembuatan sebuah jaringan / network (load balancing bisa dijalankan pada aplikasi yang proprietary / satu brand). Konsep-konsep ini adalah konsep dari terbentuknya ADC. Karena perangkat-perangkat ini adalah bersifat application neutral dan berada di luar application server itu sendiri, mereka dapat load balance menggunakan straightforward network technique. Intisarinya adalah perangkat-perangkat ini akan menjadi sebuah "virtual server" address untuk diakses oleh Internet / pengagksesan secara luas, dan ketika ada user mencoba untuk kone, mereka akan memforward koneksi pada real server yang terdekat dengan menggunakan koneksi bidirectional NAT (searah).
